Sepakbola Modern

Prinsip-prinsip Sepakbola Modern

 

  • Formasi yang sering digunakan adalah 4-2-3-1, 4-3-3, 3-5-2 dan 4-4-2. Namun hanya 4-2-3-1 yang sering digunakan tim-tim besar Eropa di Inggris, Perancis, Spanyol dan Itali.

  • Formasi 4-2-3-1 lebih menekankan keseimbangan saat penyerangan dan saat kembali bertahan, taktik ini dipercaya ampuh untuk ball possesion (penguasaan bola) dengan kecepatan formasi ini seperti mata busur panah saat menyerang dimana pemain gelandang dengan penuh kecepatan mendukung saat penyerangan.

  • Tiga gelandang membantu penyerangan dan juga bertahan. Posisi bertahan yang lebih ketat dilakukan oleh dua gelandang yang lebih masuk kedalam. Sedangkan salah seorang gelandang agak kedepan membantu striker.

  • Pelatih memposisikan pemain penyerang yang memiliki postur tubuh 85% di atas rata-rata pemain lain (>175cm) dan 15 % di bawah rata-rata (<180 cm) khusus goalkeeper di atas 180cm.

  • Saat peluit babak pertama dimulai, tim langsung menyerang hingga 15 menit pertama untuk mengetahui kekuatan lawan serta perubahan taktik di awal 15 menit ketika tidak menghasilkan gol.

  • Setelah mencetak gol tim dianjurkan melakukan serangan bertubi tubi (sporadic) dalam 5 menit, karena tim lawan dalam kondisi mental masih tertekan dan belum siap ke formasi awal dan berharap gol tambahan tercipta.

  • Semua pemain harus memiliki daya tahan tubuh (endurance) yang kuat, karena sepakbola modern seluruh pemain bisa menyerang dan bertahan dan membutuhkan pemain yang selalu bergerak dan selalu berlari.

  • Pemain tidak menahan bola lebih dari 2 detik, selalu di-passing ke rekan, kecuali mendribling ke area lawan. Dan selalu tahu posisi rekan yang akan di-oper/passing.

  • Pemain dilarang olah bola atau dribbling di sepertiga area sendiri, dribbling dapat dilakukan di area tengah dan saat menyerang daerah lawan.

  • Berikan satu pemain gelandang bebas bergerilya di daerah lawan, khusus untuk membuat bingung pertahanan lawan. Dan posisi awal gelandang tersebut selalu otomatis terisi saat ditinggalkan.

  • Dari 11 pemain yang diturunkan, pelatih harus memiliki minimal 7 pemain yang kedua kakinya (kiri-kanan) hidup, mahir dalam hal passing, dribbling, crossing dan shooting. Karena di Indonesia paling banyak dalam satu tim hanya 2 orang yang mahir dalam hal keterampilan kaki kiri dan kanan.

  • Berdasarkan survey 70% gol tercipta setelah menit 65, pelatih tahu pemain yang kelelahan serta pemain yang kurang konsentrasi menjaga area atau bahkan mempertajam penyerangan dengan memasukkan pemain dari bangku cadangan.

  • Hasil pertandingan hanya ditentukan dari 30% sedangkan 70% sisanya berasal dari motivasi, konsentrasi, percaya diri, pengendalian emosi dan berpikiran positif, bisa menang 70% tersebut otomatis sudah pasti jadi pemenang.

  • Tekankan ke seluruh pemain untuk tidak melawan keputusan wasit bahkan di Eropa ditekankan “hanya banci yang dapat menyentuh wasit”.

  • Saat pertandingan diturunkan sedikitnya 1 pelatih dan 2 assistant pelatih, 1 assistantt analisis pemain tengah dan depan, 1 assistant pelatih analisis pemain belakang serta analisis sektor mana yang lemah, hasil analisis akan diinformasikan ke pelatih pada menit pada menit 15, 30 dan ke 65. Bahkan sering tim nasional Eropa menempatkan analisis di bangku penonton.

  • Pelatih selalu tekankan “on front defense pressing system” dimana saat bertahanan, pemain sudah berada di setengah lapangan, dan seolah setengah lapangan sudah di kuasai, membuat lawan panik, karena sudah ditekan sejak bola berada di daerah pertahanan mereka sendiri.

  • Corner kick sering tidak dilakukan crossing lambung ke gawang - berharap ada sundulan langsung ke gawang- namun sepakbola modern saat ini lebih banyak dilakukan short pass ke pemain untuk menyusun serangan yang membuat pemain lawan keluar dari kotak penalti dan mendapatkan ruang tembak ke gawang yang lebih terbuka.

  • Sejak Piala Eropa 2012 dijuarai Spanyol, pemain klub ternama lebih sering melakukan short pass daripada long pass ke depan gawang.

  • Sebagai pelatih harus mengetahui triangle roaming, maksudnya adalah pola posisi pemain saat sedang berada di lapangan, baik ketika bertahan maupun ketika menyerang. Jika diperhatikan, pemain selalu membentuk pola segitiga terhadap lawannya dimana pun posisi mereka. Secara imajiner, pola ini seakan-akan mengaktualisasi seorang lawan menjadi seorang diri, dan menjadi sangat efektif dalam mengalirkan bola. Pola ini mengkondisikan lawan menjadi 1 lawan 3. Untuk menjalankan pola ini diperlukan pergerakan yang dinamis dari para pemain. Dan selalu memancing pemain lain ingin merebut bola.

  • Hasil survey mengatakan bahwa gol banyak tercipta 20% dari tendangan luar kotak penalti, 10 % dari sundulan kepala dalam area penalti, 28% dari tendangan langsung dalam kotak penalti dan sisanya 42 % hasil dari tendangan pemain yang diawali melalui flip-flap, roullette, hocus pocus, backheel panna, step over, heelchop skill dan sebagainya.

  • Tiap pemain professional harus menguasai skills untuk menciptakkan gol, tim dengan pemain yang banyak menggunakan skills sebelum menendang bola di area lawan, memiliki ketenangan dan kontrol bola yang baik dan sering dapat kemenangan. Skills : elastico/flip flap, seal drible, rabona, roulette, hocus pocus, step over, heel chop skill, cruyff turn, rainbow flick, backel panna, matthews move, scissors move, nutmeg move, fake kick, spin move, sombrero move.

  • Pelatih enggan mengambil resiko diserang di awal pertandingan sehingga akan langsung melakukan startegi menyerang dan menekan lawan di wala pertandingan. Ini biasa di sebut “gegenpressing”. Dengan melihat sumber aliran bola dari berasal dari pemain yang mana, maka pelatih akan menginstruksikan untuk menekan pemain lawan tersebut, bahkan dengan 2 atau 3 pemain. Gegenpressing membutuhkan tim yang padu dengan menekankan penguasaan bola sehingga tidak akan memberi ruang gerak sedikit pun bagi lawan. Strategi ini akan efektif karena para pemain memiliki ruang gerak untuk melepas operan dan membuka ruang gerak untuk "mengancam" lini pertahanan lawan dengan membuka ruang tembak untuk menciptakan goal. Pada saat yang sama tim juga harus sangat padu dan tangkas saat di serang lawan.

  • Blitzkrieg gol (perang kilat) biasanya dilakukan pelatih di sisa 10 menit terakhir menempatkan sisa pemain cadangan dimainkan semua, dengan bermain total habis-habisan untuk menciptakan gol ke gawang lawan. Biasanya pelatih menginstruksikan semua pemain maju ke area lawan dan hanya menyisakan dua pemain di lini pertahanan.

  • Dalam sepakbola modern saat ini “all player make goal“. Setelah tahun 2012 banyak pemain belakang mampu menciptakan gol.

  • Jam latihan pemain junir dan professional berbeda. Latihan pemain sepakbola U8 - U10: 10 jam + 1 jam teori per minggu, U12 - U15: 14 jam + 1 jam teori per minggu, dan >U16: 18 jam + 1 jam teori + 2 jam gym/fitness per minggu.

  • Latihan ketahanan tubuh vo2max dimulai sejak usia 13 tahun dan tiap 3 bulan sekali dilakukan di lapangan sepakbola, di jalan atau dengan mesin treadmill. Pelatih kadang memberikan latihan khusus di dataran tinggi dengan tekanan udara rendah.

  • Seorang pemain sepakbola sejak U14 harus sudah mengetahui dan paham formasi dalam sepakbola baik teori maupun prakterknya.

  • Tiap minggu diadakan latihan khusus selama 2 jam saat matahari terik/panas antara pukul 11:00 – 13:00 sebagai latihan antisipasi cuaca panas saat pertandingan.

  • Sistem liga nasional di Indonesia lebih cocok dengan adopsi dari negara Brazil. Https://en. wikipedia. org/wiki/brazilian_football_league_system.

  • Setiap tahun pencari bakat/talent scouting sudah bisa mengumpulkan data ratusan anak U13 - U16 pemain berbakat yang dipantau dan didata untuk dijadikan pemain klub dan timnas.