Tips Memilih Sekolah Sepakbola

Sekolah sepakbola atau biasa disingkat dan disebut SSB sudah banyak ada terutama di kota-kota besar di Indonesia. Bahkan dari sekolah sepakbola ini sudah ada lulusannya yang menjadi pemain professional. Lalu, bagaimana caranya memilih SSB yang berkualitas?

Dari pola latihan, sebagian besar hampir sama. Tak ada perbedaan secara signifikan. Namun, jika mengamati faktor nonteknis, banyak perbedaan di antara SSB yang professional dibandingkan yang biasa-biasa saja. Berikut 6 tips memilih sekolah sepakbola yang berkualitas:

 

1. SSB harus mempunyai manajemen organisasi yang baik

SSB tak ubahnya sekolah umum yang tetap membutuhkan orang-orang yang paham dengan pengembangan pendidikan anak dan pengelolaan sebuah organisasi. SSB yang berkualitas biasanya memiliki struktur manajemen yang baik. Misalnya mereka memiliki Kepala Sekolah, Head Coach, Asisten Pelatih di berbagai level usia, Bendahara, Fisioterapis, Sekretaris, Marketing atau bahkan Public Relation Officer yang menjalin hubungan dengan klub-klub profesional.

 

2. SSB harus mempunyai lapangan dan peralatan memadai

Lapangan sangat vital bagi sebuah sekolah sepakbola, SSB seharusnya mempunyai lapangan dengan ukuran standar FIFA plus kualitas dan perawatan rumput yang memadai. Sementara fasilitas lain seperti ruang ganti pemain, lampu stadion, atau fitness centre bisa menjadi pertimbangan sekunder.
Selain lapangan, kelengkapan peralatan juga sangat menentukan. SSB yang berkualitas akan menyediakan semua. Mulai dari perlengkapan latihan seperti: agility ladder (6m/8m/10m) , training marker post (min. 20 pcs) , training hurdle (size 30cm, 40cm dan 50cm) cones tinggi 23cm dan rendah 7cm (mangkuk) 1 set (48pcs) , ketersediaan bola (size 4 dan 5 grassroots) , kostum latihan, dan kostum pertandingan dalam jumlah memadai sangat penting.

 

3. SSB harus mempunyai pelatih bersertifikat

Untuk menjadi pelatih SSB tidaklah mudah. Seorang pelatih SSB minimal harus memiliki Lisensi D dan C Nasional atau AFC sehingga dia akan sangat paham dengan youth development (pengembangan anak). Dia akan tahu persis kapan waktunya harus latihan, pembentukan karakter, atau saat game di lapangan. Tanpa itu belum tentu sang pelatih paham menangani tim SSB dari usia dini.

 

4. SSB harus mempunyai program latihan terukur

SSB yang berkualitas akan memiliki program latihan yang terukur. Acuannya pada ketentuan yang ada di youth development. Misalnya, untuk U8 - U12 yang identik dengan fun game, beberapa SSB U12 ada yang sudah mewajibkan pemainnya menguasai minimal tiga dari tujuh dasar bermain bola. Hal ini harus dilakukan karena akan sangat membantu proses kenaikan ke jenjang yang lebih tinggi. Misalnya ketika memasuki level U14 atau U15 yang sudah dihadapkan pada situation game atau pertandingan yang sesungguhnya. 

Untuk memudahkan penerapan program itu, SSB yang berkualitas biasanya akan menyertakan dua pelatih di tiap kategori usia.

 

5. SSB harus aktif berkompetisi dan berprestasi

Menurut ketentuan FIFA, SSB sebaiknya melakoni 500 jam latihan per tahun. Ini artinya dapat dibagi 400 jam latihan dan 100 jam pertandingan, rata-rata setiap pekan bermain di dua laga. Beberapa SSB besar di Jakarta, Medan, dan Surabaya sadar soal itu. Mereka pun rutin berpartisipasi mengikuti kompetisi reguler di bawah PSSI, beberapa SSB menyiasatinya dengan mengadakan turnamen sendiri. Tak masalah jika hanya diikuti kurang dari 10 SSB. 

 

6. SSB harus sering melakukan pertandingan persahabatan dengan SSB lain

SSB yang berhasil dan berprestasi biasanya dalam 1 bulan mengadakan dua kali pertandingan persahabatan dengan SSB lain dan dapat dijadikan sebagai tolak ukur kemampuan dari pemain-pemain yang dilatih serta keberhasilan seorang pelatih yang berhasil menerapkan sistem atau taktik dalam pertandingan sepakbola. SSB yang sering melakukan pertandingan sparing partner biasanya lebih percaya diri, solid dan kompak saat menghadapi turnament atau kompetisi.

 

Note :
Ada baiknya jika ingin mendaftar ke sekolah sepakbola untuk datang langsung ke Sekretariat SSB atau lapangan dimana SSB tersebut berlatih. Ajukan free trial minimum sekali atau selama 1 minggu untuk menyesuaikan diri di SSB tersebut.